Pages

Selasa, 17 Februari 2015

BAGIAN II : RANGKA BANGUNAN (UPPER STRUCTURE)

Rangka bangunan adalah bagian dari bangunan yang merupakan struktur utama pendukung berat bangunan dan beban luar yang bekerja padanya. Rangka bangunan untuk bangunan bertingkat sederhana atau bertingkat rendah, umumnya berupa struktur rangka portal (frame structure). Struktur ini berupa kerangka yang terdiri dari kolom dan balok yang merupakan rangkaian yang menjadi satu kesatuan yang kuat.
Kolom portal harus dibuat menerus dari lantai bawah sampai lantai atas, artinya letak kolom-kolom portal tidak boleh digeser pada tiap lantai, karena hal ini akan menghilangkan sifat kekakuan dari struktur rangka portalnya. Jadi harus dihindarkan denah kolom portal yang tidak sama untuk tiap-tiap lapis lantai. Ukuran kolom makin keatas boleh makin kecil. Perubahan dimensi kolom harus dilakukan pada lapis lantai agar pada satu lajur kolom mempunyai kekakuan yang sama.

Balok portal merangkai kolom-kolom menjadi satu kesatuan. Balok menerima seluruh beban dari plat lantai dan meneruskan ke kolom-kolom pendukung. Hubungan balok dan kolom adalah jepit-jepit, yaitu suatu sistem dukungan yang dapat menahan Momen, Gaya vertikal dan Gaya horisontal. Untuk menambah kekakuan balok, dibagian pangkal pada pertemuan dengan kolom boleh ditambah tebalnya.
Rangka portal harus direncanakan dan diperhitungkan kekuatannya terhadap beban-beban sebagai berikut :
-       Beban mati, dinyatakan dengan lambang : M
-       Beban hidup, dinyatakan dengan lambang : H
-       Beban angin, dinyatakan dengan lambang : A
-       Beban gempa, dinyatakan dengan lambang : G
-       Beban khusus, dinyatakan dengan lambang : K

Kombinasi pembebanan :
Pembebanan tetap                    : M + H
Pembebanan sementara           : (M + H) + A
Atau                                         : (M + H) + G --->>> (dipilih pengaruh mana yang lebih besar)
Pembebanan khusus                : (M + H) + K
Atau                                         : (M + H) + A + K
Atau                                         : (M + H) + G + K
Untuk merencanakan dan menghitung kekuatan suatu konstruksi bangunan dipakai pembebanan tetap yang terberat. Setelah diproses ukuran dari konstruksi portalnya berdasarkan tegangan ijin bahan, langkah selanjutnya adalah mengadakan hitungan kontrol terhadap beban sementara atau beban khusus, dipilih pengaruh mana yang lebih membahayakan konstruksi. Apabila pada hitungan kontrol ternyata konstruksi tidak aman terhadap beban sementara, maka ukuran konstruksi tersebut harus diperbesar lagi. Jadi suatu konstruksi bangunan harus aman dan mampu mendukung beban tetap, beban sementara dan atau beban khusus.

Pengertian Beban :
-    Beban mati adalah berat dari semua bagian bangunan yang bersifat tetap, termasuk segala unsur tambahan, pekerjaan pelengkap (finishing), serta alat atau mesin, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari rangka bangunannya.
-    Beban hidup adalah berat dari penghuni dan atau barang-barang yang dapat berpindah, yang bukan merupakan bagian dari bangunan. Pada atap, beban hidup termasuk air hujan yang tergenang.
-  Beban angin adalah beban yang bekerja pada bangunan atau bagiannya, karena adanya selisih tekanan udara (hembusan angin kencang).
-  Beban gempa adalah besarnya getaran yang terjadi di dalam struktur rangka bangunan akibat adanya gerakan tanah oleh gempa, dihitung berdasarkan suatu analisa dinamik.
-    Beban khusus adalah beban kerja yang berasal dari adanya selisih suhu, penurunan pondasi, susut bahan, gaya rem dari kran, getaran mesin berat.
Rangka portal untuk bangunan bertingkat rendah, umumnya dibuat dari bahan konstruksi beton
bertulang. Bahan beton merupakan konstruksi yang kuat menahan gaya desak, sedang tulangan baja
mampu menahan gaya tarik, jadi bahan beton bertulang merupakan konstruksi bangunan yang
mampu menahan gaya desak dan gaya tarik, yaitu gaya-gaya yang bersifat merusak pada konstruksi.
Selain itu beton bertulang juga merupakan konstruksi tahan gempa, tahan api, merupakan bahan yang
kuat dan awet yang tidak perlu perawatan dan dapat berumur panjang.

Langkah-langkah dalam perencanaan struktur bangunan bertingkat adalah :
-   Hitungan mekanika : pada tahap ini ditentukan besarnya beban yang bekerja, kemudian dengan dasar gambar konstruksi dan metoda hitungan yang berlaku, dicari besarnya momen, gaya lintang dan gaya geser akibat beban tetap.
-     Perencanaan konstruksi : misal akan dipakai konstruksi beton bertulang, maka dengan berdasarkan tegangan ijin bahan dan hasil hitungan mekanika, dapat ditentukan dimensi dari struktur beton dan tulangannya.
-   Kontrol gaya gempa : pada tahap beban sementara ini dilakukan kontrol hitungan dari hasil dimensi struktur yang sudah didapat, agar nantinya struktur betul-betul mempunyai konstruksi yang mantap, aman dan stabil.
Untuk membuat bangunan lebih tahan tehadap gempa tidak harus selalu memperbesar dimensi dari elemen-elemen strukturnya. Hal ini justru akan membuat bangunan menjadi berat dan tidak menguntungkan terhadap gaya gempa, sebab makin berat suatu bangunan akan makin besar dia menyerap gaya gempa (ingat rumus : F = M.a).

Pengetahuan Bangunan Bertingkat

BAGIAN I : PONDASI (Sub Structure)


Pondasi sering disebut struktur bangunan bagian bawah (sub structure) terletak paling bawah dari bangunan yang berfungsi mendukung seluruh beban bangunan dan meneruskan ke tanah dibawahnya. Mengingat letaknya yang didalam tanah tertutup oleh lapisan tegel maupun tanah halaman, maka pondasi harus dibuat kuat, aman, stabil, awet dan mampu mendukung beban bangunan, karena kerusakan pada pondasi akan sangat sulit untuk memperbaikinya.
Kerusakan pondasi akan selalu diikuti oleh kerusakan-kerusakan pada bangunan bagian atasnya. Misalnya pondasi pecah atau mengalami penurunan, maka dibangun bagian atas akan tampak kerusakan yang berupa :
-    Dinding retak-retak dan miring
-    Lantai bergelombang dan pecah-pecah
-    Kedudukan kusen pintu/jendela bergeser, menyebabkan daun pintu/daun jendela sulit dibuka
-    Sudut kemiringan tangga berubah 
-    Penurunan bangunan, atap bangunan, bahkan mungkin menyebabkan keruntuhan 
    seluruh bangunan.
Pondasi dapat dibuat dengan berbagai macam cara dan bentuk, yang semuanya dipengaruhi oleh :
-    Berat bangunan yang harus didukung
-    Jenis tanah dan daya dukungnya
-    Bahan bangunan untuk pondasi yang tersedia/mudah didapat
-    Alat kerja dan tenaga kerja yang ada
-    Lokasi dan situasi proyek tempat pekerjaan
-    Pertimbangan biaya
Untuk dapat menentukan jenis pondasi yang ”ideal” dalam arti murah, mudah dan kuat, perlu dilakukan penyelidikan tanah (soil invetigation). Hasil penyelidikan tanah ini untuk mengetahui :
-    Jenis dan kekuatan tanah serta kedalamannya
-    Kedalaman dari muka air tanah
-    Memperkirakan penurunan (settlement) dikemudian hari
-    Memperkirakan beban maximum yang diijinkan dan menentukan jenis pondasinya
(Catatan : menurut peraturan IMB, untuk bangunan bertingkat tiga atau lebih, harus dilakukan penyelidikan tanah untuk rekomendasi hitungan struktur atasnya).
Dalam merencakan pondasi ada 2 hal penting yang perlu selalu diingat, yaitu ; bahwa kekuatan pondasi didasarkan pada kekuatan bahan pondasinya sendiri dan kekuatan tanah dibawahnya. Bahan pondasi harus mempunyai kekuatan penuh dan tidak akan rusak oleh beban bangunan, hal ini dapat dilakukan analisa hitungan berdasarkan tegangan ijin bahan. Kekuatan tanah di bawah pondasi harus mampu mendukung beban pondasi dan beban bangunan diatasnya tanpa adanya penurunan, hal ini dapat direncanakan dengan membuat ukuran pondasi sedemikian besar berdasarkan rekomendasi penyelidikan tanah, sehingga tegangan ijin tanah tidak dilampaui.
Hal-hal yang sering dapat mengakibatkan kerusakan pada pondasi adalah :
-    Adanya perubahan fungsi gedung, sehingga terjadi pembebanan yang melebihi kapasitas pondasi
-    Terjadinya bencana alam, seperti : gempa bumi, banjir, tanah longsor
-    Kerusakan struktur tanah akibat adanya pembangunan gedung yang lebih berat didekatnya
-    Adanya faktor ketidakpastian dan jenis tanah yang tidak seragam, mengakibatkan terjadinya salah taksir dalam perencanaan.
 

Sample text

Sample Text

Sample Text